Intan Abdams Katoppo


Intan Abdams Katoppo lahir di Sungai Gerong, Banyuasin, Sumatra Selatan, 9 Maret 1966. Dia adalah perempuan yang suka tantangan. Alumnus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) ini tidak pernah bekerja sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajarinya sejak kuliah.

Berbeda dengan kebanyakan lulusan Psikologi yang bekerja di Human Resources Department (HRD), Intan justru memulai karirnya dengan menyelami dunia Marketing and Communication (Marcomm).

Pada 1990, setelah lulus kuliah, Intan menjalani program Management Trainee(MT) selama satu tahun di PT Unilever Indonesia Tbk. Intan meninggalkan Unilever dengan posisi terakhir sebagai Brand Manager.

Pada 1996, dia pindah ke jalur perbankan yaitu di America Express (Amex) sebagai Senior Manager Sales & Marketing. Setahun kemudian, Intan pindah ke Bursa Efek Jakarta (BEJ kini menjadi Bursa Efek Indonesia). Setelah tiga tahun bekerja di BEJ, Intan pindah ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) menjabat sebagai Vice President Communication. Setahun kemudian, Intan pindah ke PT Bimantara Citra sebagai Corporate Secretary, tugas di Bimantara tidak berbeda jauh dengan BPPN, yakni ikut memperbaiki citra perusahaan, yang saat itu sedang terpuruk. Intan meninggalkan Bimantara, ketika kondisi perusahaan yang memiliki kode BMTR di BEI tersebut telah membaik.

Kemudian, Intan menjejakkan kaki ke PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Pada saat itu, BNI sedang menghadapi kasus Letter of Credit yang merugikan negara senilai 1,7 triliun. Dia berkarier hingga tujuh tahun di bank plat merah itu. Jabatan pertama Intan adalah Corporate Secretary, sedangkan jabatan terakhirnya adalah Executive Vice President di divisi Customer Management & Marketing. Dari BNI, barulah Intan pindah ke PT Hotel Indonesia Natour (Persero), pada Mei 2011. Semula, Intan menduduki kursi Direktur Pemasaran dan Pengemban Usaha. Hanya enam bulan menjabat, Intan kemudian dipercaya menduduki posisi tertinggi pada perusahaan tersebut.

 

Beberapa kutipan dari Intan Abdams Katoppo pada buku Perempuan Pemimpin:

“Saya belajar dari masukan mereka, baik itu pujian maupun kritik. Saya selalu berusaha untuk open heart, open will, dan open mind”

“Proses mendapat kebijaksanaan ini panjang dan sulit. Kita tidak bisa memaksakan diri untuk menjadi bijaksana apabila memang belum saatnya”

“Keputusan berdasarkan insting sama dengan keputusan yang berdasarkan logika. Mereka toh  amasama memiliki kemungkinan untuk benar maupun salah”

 

Silakan kunjungi halaman Perempuan Pemimpin untuk melihat Sinopsis
Buku Perempuan Pemimpin dapat dibeli online di QB Bookstore
Scroll To Top