Shinta Dhanuwardoyo


Shinta Dhanuwardoyo, lahir di Jakarta, pada 18 Januari 1970. Masa remajanya dihabiskan di negeri tetangga, Filipina. Dia bersekolah di Manila dari kelas 6 SD hingga lulus SMA. Kemudian, Shinta melanjutkan kuliah ke Amerika Serikat, mengambil Jurusan Arsitektur di University of Oregon. Dia memilih jurusan tersebut karena suka menggambar.

Namun, selepas lulus kuliah S1, muncul keinginan Shinta untuk menyalurkan kreativitasnya dengan berbisnis. Awalnya, dia tidak tahu mau membuka usaha apa. Tetapi, dia merasa bisnis adalah sesuatu yang menarik, bisa menciptakan sesuatu yang baru. Untuk menggapai keinginannya itu, Shinta merasa harus menguasai istilah-istilah bisnis dan mulai berkeinginan melanjutkan studi dengan mengambil master di bidang bisnis.

Untuk membiayai kuliah S2, Shinta harus bisa mendapatkan beasiswa. Kebetulan, dia mendengar di Portland University ada program graduate assistant. Mahasiswa bisa bekerja paruh waktu di laboratorium (lab) komputer atau membantu seorang profesor, dan 70% biaya kuliah ditanggung beasiswa. Shinta memilih bekerja di lab komputer karena jadwal kerjanya pasti. Dalam seminggu, dia hanya diharuskan berada di lab selama 10 jam saja. Bila membantu profesor, jadwalnya dan lama waktu bekerja tidak bisa dipastikan.

Dari pengalaman di lab komputer itulah Shinta berhasrat untuk terjun ke industri internet. Namun, kembali ke Tanah Air, setelah berhasil menggondol gelar Master di bidang International Business dari Portland State University, Shinta sempat bekerja dulu di sebuah perusahaan konsultan manajemen selama satu setengah tahun.

Rupanya, keinginan untuk mulai berbisnis dan semakin menggeluti dunia internet tak bisa dibendung lagi. Berprinsip “Kalau punya ide, harus dijalankan”, pada 1996, Shinta mendirikan sebuah perusahaan desain website dan developer. Bisnis tersebut diberi nama Bubu, diambil dari nama anjing kesayangannya. Kini, setelah dua puluh tahun berkarya, dengan segala pengalaman jatuh bangunnya, nama Bubu telah populer dan bahkan melekat erat pada diri Shinta. Orang pun lebih mengenal seorang Shinta Dhanuwardoyo sebagai Shinta Bubu.

 

Beberapa kutipan dari Shinta Dhanuwardoyo pada buku Perempuan Pemimpin:

“Idea is cheap without exxecution”

“Ini masalah jam terbang yang harus kita jalani sebagai entrepreneur. Apa pun yang sudah saya jalani, itu menjadi aset, poengalaman saya”

 

Silakan kunjungi halaman Perempuan Pemimpin untuk melihat Sinopsis
Buku Perempuan Pemimpin dapat dibeli online di QB Bookstore
Scroll To Top