Yani Panigoro


Yani Yuhani Panigoro, lahir di Bandung, Jawa Barat, 18 Juni 1951. Dia merupakan anak keempat dan satu-satunya perempuan di antara 11 anak dari pasangan Yusuf dan Suhanah Panigoro. Karena itu, sejak kecil, dia telah terbiasa hidup di lingkungan laki-laki. Bergaul dengan kaum laki-laki juga dialaminya ketika kuliah di Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB). Di sana, teman-teman kuliahnya, lebih banyak laki-laki.

Setelah lulus dari bangku kuliah, pada 1975, Yani bekerja di Lembaga Instrumentasi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIN-LIPI). Di sana, dia bekerja sebagai peneliti dan mengepalai Laboratorium Instrumentasi Elektronik dan Komputer. Dalam pekerjaannya itu, dia banyak berhubungan dengan para akademisi dan teknisi di bidang engineering.

Pada 1994, sang kakak, Arifin Panigoro—pendiri Medco, bersama perusahaan-perusahaan lainnya juga beberapa orang, mendirikan sebuah perusahaan pembiayaan di Bandung. PT Sarana Jabar Ventura (SJV) bertugas memberi bantuan modal kepada para entrepreneur muda dan pelaku usaha kecil dan menengah. Saat itu, Arifin mencari orang di Bandung yang bisa mengelola perusahaan barunya tersebut.

Yani—yang kebetulan tinggal di Bandung, dianggap sang kakak memiliki banyak mahasiswa bimbingan yang berpotensi menjadi calon entrepreneur. Di SJV, Yani menjabat sebagai Presiden Direktur. Itulah awal mula Yani terlibat di kelompok Medco.

Mendapatkan pekerjaan baru, tak membuat Yani merasa siap. Meski mengelola perusahaan dan anak buah, sejatinya dia telah memiliki pengetahuan yang baik. Pengalamannya di LIPI dan membangun perusahaan Ega Kineta, telah membuktikan hal itu.

Namun, untuk mengelola sebuah perusahaan di bidang keuangan, dia merasa perlu belajar pendidikan bisnis secara khusus. Pada 1995, pada saat berusia 44 tahun, dia tak ragu untuk kembali ke kampus dan mengambil program Magister Manajemen (MM) Sekolah Tinggi Manajemen Bandung.

Pada 1998, berkat kiprahnya mengelola SJV, Yani mendapat kepercayaan yang semakin besar dari Arifin. Dia diangkat menjadi salah satu direktur di Medco Group—sebuah perusahaan minyak, yang dikenal penuh dengan laki-laki. Sekali lagi, dia berurusan dengan kaum lelaki.

 

Beberapa kutipan dari Yani Panigoro pada buku Perempuan Pemimpin:

“Kehadiran seorang perempuan harus bisa membuat lingkungannya menjadi nyaman”

“Setiap pemimpin di Medco harus sudah menyiapkan kader untuk menggantikannya kelak. Sebab itu merupakan salah satu tugas pemimpin”

“Saat menghadapi kesulitan, tidak perlu ragu bertanya kepada orang yang lebih ahli, sekalipun orang itu adalah bawahan kita. Jika kita sok tahu, tentu hasilnya tidak akan baik”

 

Silakan kunjungi halaman Perempuan Pemimpin untuk melihat Sinopsis 

Buku Perempuan Pemimpin dapat dibeli online di QB Bookstore        

Scroll To Top