Pemimpin Sukses dan Olahraga

Pemimpin & Olahraga

Integrity is just a ticket to the game. If you don’t have it in your bones, you shouldn’t be allowed on the field.” — Jack Welch

Olahraga ternyata berperan dalam membentuk sikap pemimpin. Salah satu kisah yang menarik mengenai hal ini adalah pengalaman mantan CEO General Electric (GE), Jack Welch.

Jack Welch memimpin GE selama 20 tahun, sejak 1981—2001. Sewaktu muda, ia adalah pemain hoki es. Di biografinya, Jack mengaku terinspirasi olahraga dalam memimpin. Suatu kali, timnya kalah dalam pertandingan. Jack merasa kesal dan melempar perlengkapan hokinya. Ibunya melihat itu, lalu menghampiri Jack di ruang ganti pemain.

“If you don’t know how to lose, you’ll never know how to win. If you don’t know this, you shouldn’t be playing,” ucap sang ibu, marah. Itu adalah salah satu pengalaman paling berkesan yang Jack dapatkan dari olahraga. Diakuinya, banyak pelajaran berharga dia dapatkan dari lapangan olahraga, dan pengalaman-pengalaman itu akan terus dibawanya dalam berkarir.

Jack Welch membagi banyak ilmu dan tips kepemimpinan dalam buku-bukunya. Salah satu bukunya yang terkenal berjudul Winning. Di buku itu, ia menuliskan 8 aturan kepemimpinan yang menurutnya selalu berhasil, yaitu:

  • Tingkatkan kemampuan tim tanpa ampun. Dalam setiap pertemuan dengan tim, lakukan evaluasi, berikan coaching, dan bangun kepercayaan diri mereka.
  • Tanamkan visi.
  • Sebarkan energi dan optimisme kepada tim.
  • Bangunlah trust (kepercayaan) dalam tim. Bersikaplah jujur dan transparan, dan jangan ragu memberikan pujian kepada anak buah yang berprestasi.
  • Buatlah keputusan yang tidak populer.
  • Gali potensi anak buah dan dorong mereka untuk berkembang. Pastikan pertanyaan Anda dijawab dengan tindakan.
  • Kobarkan semangat dalam tim untuk berani mengambil risiko dan belajar dari pengalaman.
  • Rayakan keberhasilan.

Peranan olahraga dalam membentuk sikap pemimpin ternyata tidak hanya berlaku pada Jack Welch. Jeff Immelt, pengganti Jack di GE, ternyata pemain football saat kuliah di Dartmouth College. Contoh lain adalah Meg Whitman. Mantan CEO eBay itu tergabung dalam tim squash ketika kuliah di Princeton University.

Tahukah Anda, Betsy Bernard, CEO consumer business AT&T, juga bermain ski sejak ia berusia 5 tahun? Pelajaran itu membuatnya berani mengambil tantangan baru. Selain itu, Sue Wellington, Presiden Divisi Gatorade dari Quaker Oats, adalah seorang atlet renang. Menurut Sue, olahraga dan bisnis memiliki persamaan. Tujuan keduanya sama-sama untuk MENANG.

Bukti lain yang menunjukkan hubungan antara kesuksesan dalam memimpin dengan olahraga dapat dilihat dari hasil studi yang dilakukan oleh lembaga Oppenheimer. Menurut studi tersebut, 82% eksekutif wanita pernah aktif berolahraga. Diduga, para perempuan eksekutif telah menunjukkan bakat kompetitif mereka sejak sangat muda karena aktif dalam olahraga. Karena terbiasa berolahraga sejak kecil, para perempuan itu jadi terbiasa bersikap kompetitif dalam berkarir.

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinmail

Tinggalkan balasan

Email Anda tidak akan ditampilkan. Required fields are marked *

*

Scroll To Top