Continue reading...

Better Under Pressure: How Great Leaders Bring Out the Best in Themselves and Others

  Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang tetap mampu menunjukkan kinerja tinggi dan mencapai kesuksesan pada saat kondisi kritis dan penuh tekanan. Dalam bukunya yang berjudul Better Under Pressure: How Great Leaders Bring Out the Best in Themselves and Others, Justin Menkes membuka rahasia dari para pemimpin sukses yang mampu bekerja di bawah tekanan ekstrim. Selama menyusun buku tersebut, Menkes mewawancarai 150 CEO dari berbagai industri. Kesimpulannya, para pemimpin yang hebat pantang putus asa dan selalu berusaha…

Continue reading
Continue reading...

Orang Narsis, Bisakah Jadi Pemimpin?

  Tingkat kepercayaan diri diyakini bisa mempengaruhi kesuksesan seseorang di dunia kerja. Mereka yang berpotensi untuk menjadi pemimpin adalah yang berkinerja tinggi serta memiliki inisiatif dan rasa pede (percaya diri). Tetapi, bagaimana jika rasa pede itu berlebihan? Dalam blog Harvard Business Review, Justin Menkes, penulis buku Better Under Pressure: How Great Leaders Bring Out the Best in Themselves and Others,memaparkan tentang siapa orang yang paling layak menjadi CEO di antara para top performers di organisasi. Menurut Justin, CEO terbaik adalah orang yang…

Continue reading
Continue reading...

Tim yang Tangguh, Pondasi Kepemimpinan yang Berhasil

  Mengikuti berita di berbagai media—baik cetak, online, maupun media sosial—belakangan ini, memang porsi berita buruk sangat dominan. Banyaknya berita-berita buruk ini kemudian membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keprihatinannya, di sela pencanangan gerakan Indonesia Bebas Pemadaman Bergilir di Mataram, pada 27 Juli 2010. Beliau mengungkapkan bahwa ada gerakan politik yang berkampanye keliling Indonesia dan menjelek-jelekkan pemerintahan. Beliau mengharapkan pemberitaan hendaknya lebih seimbang dan jujur. Di dalam berbagai kesempatan, saya sempat ngobrol dengan orang-orang yang…

Continue reading
Continue reading...

Sponsor vs Mentor

  Artikel di Majalah Fortune edisi 12 Mei 2012 bercerita tentang Barbara Adachi, Kepala Divisi Human Capital di Deloitte Consulting. Barbara dikenal sebagai pekerja keras. Tetapi, ternyata bukan hanya kegigihannya yang membawa dia pada posisinya sekarang. Sebelas tahun silam, Mike Fucci, partner di firma tersebut, menawari Barbara naik ke jabatan management. Waktu itu, perempuan tersebut ragu, merasa belum siap. Tetapi, Fucci meyakinkan Barbara bahwa ia akan mengajari dan membimbing Barbara untuk sukses dalam berkarir. “Dengan memberi kesempatan dan…

Continue reading
Continue reading...

Kepemimpinan Inspiratif Ala Marissa Mayer

Dunia digital baru saja dikejutkan dengan berita kepindahan Marissa Mayer ke Yahoo!. Tak tanggung-tanggung, di perusahaan yang tengah disorot akibat prestasinya yang tengah menurun itu, Marissa menduduki jabatan terpenting, yakni sebagai CEO. Hal itu membuat Marissa, yang baru berusia 37 tahun, tercatat sebagai CEO termuda dalam daftar 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat. Memang Marissa tak hanya cantik rupawan. Di Google, prestasinya pun cemerlang. Lulusan Universitas Standford ini merupakan salah satu karyawan pertama dan orang…

Continue reading
Continue reading...

3 Pelajaran dari Kemenangan Obama

  Pekan lalu, kita disuguhi berita-berita seputar kemenangan Barack Obama untuk kedua kalinya dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat. Menurut para pengamat, ada beberapa faktor yang mendukung kemenangan Obama kali ini. Di antaranya adalah faktor ekonomi dan kesetaraan gender. Beberapa kebijakan Obama selama memimpin AS, menurut para analis, telah memberi pengaruh positif terhadap perekonomian negeri tersebut. Obama dinilai telah berperan dalam mencegah jatuhnya industri otomotif di Amerika dan menyelamatkan lapangan pekerjaan. Hal mengejutkan dari pemilihan…

Continue reading
Continue reading...

Mempertahankan Karyawan Bertalenta

  Banyak perusahaan dan pemimpin di Indonesia hanya menciptakan para pengikut. Mereka belum sadar akan pentingnya mempersiapkan pemimpin baru bagi organisasi. Mereka merasa tugasnya selesai setelah merekrut dan mempekerjakan orang-orang yang bertalenta. Dan ketika karyawan yang bertalenta itu terlihat mapan dengan tugas-tugasnya, pemimpin kerap menjadi terlena, lalu lupa dan cenderung mengabaikan keahlian anak buahnya. Pada September 2012, Deloitte Consulting, konsultan SDM asal Amerika Serikat, melansir hasil survei mereka yang berjudul Talent 2020: Surveying the talent paradox…

Continue reading