5 Kiat Membangun Kebiasaan Positif 11 Mei 2020 – Posted in: Bagi Pengalaman, Ide, Inspirasi, Tips – Tags: , , ,

Oleh: Betti Alisjahbana

Dibalik setiap tantangan selalu ada peluang bagi orang-orang yang optimis. Ketika pandemi Covid-19 melanda dan kita harus bekerja dari rumah, sebetulnya ada peluang-peluang yang bisa kita manfaatkan, diantaranya adalah peluang untuk membangun kebiasaan positif baru. Dengan bekerja di rumah sebetulnya kita punya waktu yang lebih banyak karena tidak harus membuang waktu di kemacetan kota. Waktu inilah yang bisa kita manfaatkan untuk membangun kebiasaan positif baru.

Apa contoh-contoh kebiasaan yang positif :

  • kebiasaan untuk sering mencuci tangan menggunakan sabun
  • kebiasaan olah raga
  • kebiasaan makan sehat
  • kebiasaan tidur cukup
  • kebiasaan menulis
  • kebiasaan baca buku
  • kebiasaan ikut online training
  • kebiasaan bersyukur

Kegiatan yang kita lakukan setiap hari bisa dikategorikan sebagai kebiasaan. Kebiasaan ini seakan-akan sudah menjadi otopilot, artinya kita tidak perlu memikirkan/merencanakannya lagi, dan tidak perlu upaya yang besar untuk melaksanakannya ketika sudah menjadi kebiasaan

Hidup menjadi jauh lebih mudah bila kebiasaan positif telah terbentuk. Ketika kita melakukan sesuatu secara otopilot kita tidak mempertanyakan lagi mengapa harus seperti itu, seperti juga ketika kita bekerja setiap hari, makan siang, makan malam, tidur. Dengan mengimplementasikan 5 kiat yang akan saya bahas disini, saya telah berhasil membangun kebiasaan baru untuk olah raga minimal 30 menit setiap hari. Kebiasaan untuk membaca buku 1 bab setiap hari. Kebiasaan untuk menginvestasikan minimum 30% penghasilan saya setiap saya menerima penghasilan.

Nah, bagaimana caranya membangun kebiasaan positif ? Berikut ini saya akan membahasnya. Ada 5 kiat yang diperlukan untuk membangun kebiasaan yang positif, apapun kebiasaan itu, apakah kebiasaan untuk olah raga, kebiasaan membaca, kebiasaan untuk mendengar sudut pandang orang lain sebelum bereaksi, kebiasaan untuk baca buku dsb.

Kiat 1 : Purpose ( The Why)

Kita perlu memahami mengapa kita ingin membangun suatu kebiasaan tertentu, Apa tujuan yang ingin dicapai ? Contohnya, saya ingin olah raga minimal 30 menit setiap hari untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh,

supaya tahan serangan berbagai penyakit (termasuk covid-19). Atau saya ingin membaca buku 1 bab setiap hari supaya saya bisa tetap relevan di profesi saya dan bisa memberikan nilai tambah kepada setiap klien. Atau saya ingin menginvestasikan minimum 30% dari setiap penghasilan yang saya terima karena saya ingin uang bekerja untuk saya, dan bukan saya yang bekerja untuk uang. Dengan demikian saya bebas mau mengerjakan apa saja sesuai passion saya.

Kita perlu tahu mengapa kita ingin membangun kebiasaan baru, mengapa itu begitu penting dalam hidup Anda. Purpose yang kuat diperlukan agar kita tidak mudah menyerah ketika dihadapkan pada tantangan-tantangan.

Kiat 2 : Ikrarkan Komitmen

Setelah tau the Why, kita perlu mengikrarkan komitmen untuk membangun kebiasaan tertentu. Misalnya saya membuat komitmen untuk baca buku 1 bab setiap hari. Sebaiknya komitmen itu tidak hanya di dalam hati saja, melainkan dituliskan di tempat yang kita bisa lihat setiap hari. Akan lebih baik lagi bila dipublikasikan, misalnya kepada tim kita, atau kepada teman dekat kita, atau pada keluarga kita. Tujuannya supaya ada akuntabilitas. Agar kita merasa malu bila tidak dilaksanakan komitmennya.

Kiat 3 : Buat Desain Pelaksanaannya

Setelah komitmen diikrarkan sekarang waktu nya kita membuat desain pelaksanaannya, sehingga dapat direalisasikan dengan baik. Untuk memudahkan kita buat target yang mudah dicapai dulu saja, yang penting dilakukan setiap hari. Jadi jika targetnya adalah membaca 1 bab setiap hari, mulainya bisa 10 menit dulu, yang penting setiap hari dilakukan membaca 10 menit itu.

Lalu tentukan kapan akan dilakukan, misalnya malam hari. Dimana ? misalnya di sofa di ruang keluarga. Tentukan apa yang akan menjadi pemicunya, sehingga kita ingat untuk melakukannya. Misalnya pemicunya adalah setiap selesai makan malam. Untuk memberikan motivasi tambahan, (selain mulai dengan target kecil dulu) kita bisa juga memberikan hadiah supaya kita semangat. Olah raga seperti lari misalnya sudah punya insentif tersendiri, yaitu keluarnya hormon endorphin yang membuat kita gembira setiap habis lari (kebetulan saya punya hobby lari). Untuk kebiasaan yang lain, kita bisa membuat insentif khusus sebagai penyemangat, misalnya tempelkan kertas berwarna (sticky paper) kesukaan kita di tempat yang mudah dilihat setiap kali kita menyelesaikan kebiasaan itu. Dan apabila dalam seminggu ada 7 kertas yang berhasil ditempelkan, maka kita bisa memberi hadiah kepada diri sendiri, apapun itu hadiahnya.

Kiat 4 : Disiplin

Setelah kita buat desainnya, sekarang waktunya untuk melaksanakan secara disiplin. Jadi kembali ke contoh membangun kebiasaan baca buku tadi, setiap selesai makan malam, baca buku paling tidak 10 menit, kalau asik bisa tambah sendiri, lalu begitu sekesai, kita ambil sticky paper berwarna sesuai pilihan dan ditempelkan di cermin, atau di meja atau dimanapun mudah dilihat. Seminggu sekali kita lihat, berapa jumlah sticky paper nya. Harusnya ada 7, kalau kurang, berarti masih ada bolongnya, kita analisa mengapa masih bolong dan kita cari cara bagaimana mengatasinya agar minggu berikutnya tidak ada bolongnya. Demikian dilakukan setiap hari. Dalam pengalaman saya kalau sebulan kita bisa lakukan ini secara disiplin, selanjutnya sudah menjadi otopilot, tidak berpikir lagi langsung dilakukan dan menjadi kebiasaan.

Kiat 5 : Lingkungan yang Mendukung

Sering kali kita tidak menyadari betapa pentingnya faktor lingkungan dalam mempengaruhi upaya kita membangun kebiasaan. Misalnya saja suasana yang berisik, membuat kita susah konsentrasi membaca. Jadi kita perlu membangun lingkungan yang mendukung upaya kita membangun kebiasaan baru ini. Ketika saya membangun kebiasaan lari, saya mengumpulkan teman-teman yang punya keinginan sama untuk membangun kebiasaa lari juga. Bersama-sama kami membuat WA Group para pelari. Setiap selesai lari kita akan laporkan hasilnya. Kami menyebutnya seto-run pagi. Kami melaporkan berapa lama kami lari, berapa kilometer dan berapa kecepatannya. Kami saling menyemangati. Bila kebiasaan membaca yang ingin dibangun, perlu ditentukan tempat membaca yang nyaman, dengan penerangan yang baik, mungkin bisa dilengkapi dengan latar belakang musik akustik misalnya, sehingga mendukung suasana yang dibutuhkan untuk bisa membaca dengan nyaman. Lingkungan yang mendukung bisa membantu kita membangun kebiasaan baru.

Setelah berhasil membangun satu kebiasaan baru yang positif dan sudah menjadi otopilot, kita bisa tambah satu lagi kebiasaan positif baru, dengan 5 kiat yang sama.

Saya merasakan momentum PSBB dimana kita harus di rumah adalah kesempatan emas untuk membangun kebiasaan-kebiasaan baru yang positif, misalnya kebiasaan makan malam bersama keluarga dan saling bercerita dan mendengarkan. Kebiasaan untuk membersihkan dan merapihkan rumah. Kebiasaan untuk makan sehat dll.

Kebiasaan positif yang kita bangun bisa berupa kebiasaan di bidang profesional (misalnya membuat rencana kerja mingguan, membaca buku, teratur mengikuti pelatihan daring untuk meningkatkan kemampuan dll) dan bisa kebiasaan dibidang personal, seperti Olah Raga setiap hari, Makan 5 sehat 6 sempurna, membersihkan dan merapihkan rumah dll. Dan bisa juga kebiasaan spiritual, misalnya di bulan Ramadhan yang suci ini kita membaca Al’Quran setiap hari, untuk yang beragama Islam.

Kita dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan kita. Jadi bila kita punya kebiasaan-kebiasaan yang baik, maka kita akan menjadi orang yang baik pula. Selamat membangun kebiasaan positif baru.

Salam hangat penuh semangat